01 November 2009

Pribadi yang Menghargai Waktu

Hari ini adalah hari pertama dari sisa hidup kita dan besok adalah hari keduanya. Waktu yang selalu tersedia itu adalah SEKARANG. Tapi apakah setiap orang mampu memanfaatkan waktu SEKARANG itu dengan hal-hal yang produktif dan berguna? Kenyataannya tidak...banyak sekali orang-orang di sekitar kita atau mungkin diri kita sendiri yang tidak mampu mengisi waktu SEKARANG itu dengan hal yang berguna. Pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan hari ini selalu tertunda sampai besok dan besoknya lagi....
Rasulullah SAW mengajarkan agar kita selalu menghargai waktu. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda: Apabila engkau berada pada petang hari, janganlah mengulur-ulur urusanmu sampai besok, dan apabila engkau berada di pagi hari, jangan menunda urusanmu sampai petang. Ambillah kesempatan waktu sehatmu sebelum datang sakit, dan kesempatan hidupmu sebelum matimu. (HR Bukhari). Dari hadist tersebut dapat dipahami bahwa mengulur-ulur waktu, menunda pekerjaan, dan menyia-nyiakan kesempatan sangatlah bertentangan dengan ajaran Islam. Kebiasaan mengulur waktu dan menunda pekerjaan akan membuat umat kita tertinggal dan lemah.
Dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah atau di kantor atau di manapun, menunda pekerjaan atau mengulur-ngulur waktu sudah menjadi kebiasaan buruk yang sering dijumpai bahkan kita sendiri yang mengalaminya. Salah satu contoh kecil, jika ada undangan rapat misalnya rapat akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, pada umumnya rapat baru terlaksana satu jam kemudian. Jadi bagaimana dengan waktu satu jam yang molor itu...ternyata hanya digunakan untuk menunggu peserta rapat yang lain. Peserta yang datang tepat waktu pasti akan merasa jengkel dalam hati karena waktunya terbuang begitu saja. Lalu bagaimana jika rapat yang berlangsung molor lagi dari jam yang seharusnya berakhir? Kebiasaan kita mengulur-ngulur waktu dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap diri sendiri maupun pada orang lain. Alangkah indahnya jika memulai dan mengakhiri sesuatu dengan tepat waktu sesuai dengan yang ditentukan. Tentunya masih banyak lagi contoh-contoh yang lain.
Menghargai waktu adalah sebuah pekerjaan yang sebetulnya mudah namun sulit untuk dilaksanakan. Tidak semua orang mampu untuk melaksanakannya. Oleh karena itu kalau kita tidak memulainya dari sekarang....kapan lagi. Tidak ada orang lain yang dapat merubah nasib kita kecuali atas kesadaran sendiri untuk merubahnya. Dalam ajaran Islam, bahwa ciri-ciri seorang Muslim yang diharapkan adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim tidak patut menunggu dimotivasi oleh orang lain untuk mengelola waktunya, sebab sudah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan. Mengelola waktu berarti menata diri dan merupakan salah satu tanda keunggulan dan kesuksesan. Oleh karena itu, bimbingan untuk mendalami masalah ini adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita semua, apapun jabatan dan profesi kita.